top of page
  • Gambar penulismpm toraja

Seleksi Benih Cabai Katokkon

Pertanian Organik

Konsep pertanian organik mengalami perkembangan yang sangat pesat sekarang ini, terlebih dalam isu perubahan iklim. Menurunnya kualitas tanah karena penggunaan sarana penunjang pertanian seperti pupuk, pestisida dan mekanisasi pertanian dominan menggunakan bahan-bahan kimia dan bahan bakar fosil. Ini semua akan meningkatkan pelepasan emisi ke udara.


Dalam rangka mengurangi dampak perubahan iklim, langka adaptasi merupakan suatu solusi di dalam mengembangkan pertanian. Langka adaptasi meliputi pemanfaatan potensi lokal dalam arti luas seperti pemanfaatan varietas lokal yang lebih adaptif, penggunaan bahan-bahan kompos berbasis potensi lokal (hijauan, pupuk kandang, mikro organisme lokal) yang ditunjang dengan teknik budidaya yang tepat dengan tetap mempertimbangkan kearifan-kearifan lokal yang telah berkembang secara turun temurun. Dalam ungkapan sederhana inovasi yang menyesuaikan

Benih

Benih merupakan suatu elemen penting di dalam pengembangan pertanian organik. Dalam prakteknya benih-benih unggul nasional yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan besar belum dapat menjanjikan, karena biasanya dipaketkan dengan penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Sementara pengembangan pertanian organik menekankan pada pengurangan penggunaan bahan-bahan kimia, kemandirian dan keberlanjutan

Sebagaimana dikatakan tadi bahwa benih merupakan elemen penting, maka pegiat pertanian organik khususnya pada tataran petani kecil perlu dibekali pengetahuan dan teknik mempersiapkan benih yang lebih dikenal dengan istilah seleksi benih. Pada kesempatan ini seleksi benih yang diuraikan adalah seleksi benih pada tanaman cabai katokkon.

Langka-langka seleksi benih

1. Seleksi di lahan

Seleksi di lahan merupakan langkah awal dalam melakukan seleksi, pada tahap ini petani diarahk

an untuk melihat homogen tidaknya populasi yang ada pada lokasi penanaman. Biasanya homogenitas ini menitik beratkan pada tinggi tanaman seragam dan jenisnya (tidak ada campuran jenis lain). Adalah sangat mungkin bila tinggi tanaman tidak seragam, potensi kawin silang dengan jenis lain sangat besar.



2. Seleksi individu

Langkah berikutnya adalah seleksi individu diarahkan untuk melihat tanaman calon produksi benih adalah sehat, tidak terserang hama dan penyakit serta tidak berdampingan dengan jenis lain.

3. Seleksi buah

Untuk seleksi buah, dilakukan dengan melihat buah yang hampir seragam dalam hal bentuk, kematangan, dan kesehatan buah. Dalam hal bentuk diharapkan yang seragam, dengan pertimbangan bahwa bentuk yang seragam menunjukkan belum adanya kontaminasi dengan jenis lain. Dalam beberapa kejadian di lapangan menunjukkan bahwa pada satu tanaman menghasilkan bentuk buah yang berbeda seperti bentuk buah yang dasarnya rata, lancip dan juga alur buah.

Alur buah merupakan bentuk sisi luar buah dari atas ke bawah, tentang hal ini menunjukkan adanya lekuk buah dari atas ke bawah yang menunjukkan perbedaan seperti lekuk yang dalam dan lekuk yang dangkal pun juga ada lekuk yang beraturan dan ada yang tidak beraturan. Pilihlah buah dengan dasar yang rata, alur dangkal dan beraturan.

Untuk kematangan juga perlu menjadi perhatian karena dengan tingkat kematangan yang sama menunjukkan bahwa buah-buah tersebut mengalami proses pada waktu yang sama. Pada umumnya seleksi buah dengan tingkat kematangan yang seragam terjadi pada panen kedua dan ketiga. Untuk kondisi ini pun menunjukkan kondisi buah masih sehat.

Sehat tidaknya buah yang diseleksi dapat kelihatan dari warna buah. Buah yang sehat dapat dilihat keseragaman warna buah, karena buah yang tidak sehat warnanya tidak seragam dengan adanya bercak-bercak warna. Buah yang sehat bila sudah matang warnanya merah, dan buah yang tidak sehat akan ditandai dengan buah berwarna merah tetapi ada bercak warna hijau atau warna coklat. Adanya bercak warna coklat menunjukkan bahwa buah tersebut apakah terserang hama lalat buah atau karena serangan virus yang menyebabkan busuk buah.


4. Seleksi biji

Seleksi biji adalah seleksi selanjutnya dari seleksi buah. Karena di dalam buah terletak biji maka untuk melakukan seleksi ini harus dengan mengeluarkan kulit buah secara hati-hati. Biji yang kita ambil adalah biji-biji yang ada pada bagian tengah sekitar 2/4 bagian atau dengan kata lain biji-biji yang ada di ujung bagian atas dan ujung bagian bawah kita singkirkan.

Selanjutnya biji-biji yang terseleksi dicuci dan selanjutnya dikering anginkan sampai kering.

Penanganan benih terseleksi


Tahap selanjutnya adalah bagaimana penanganan benih yang sudah kita seleksi. Benih yang sudah cukup kering dikemas dengan menggunakan kantong plastik cetik dan dicetik sehingga menjadi kedap udara.


by: Agustinus Palangda

80 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page