top of page
  • Gambar penulismpm toraja

Pelatihan Advokasi JKLPK Region Maluku

Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen (JKLPK) Region Maluku bersama Sekretariat Nasional mengadakan Pelatihan Teknik, Metode, dan Analisis Kebijakan isu Sumber Daya Alam, Agraria, dan Keadilan Iklim bertempat di Gedung Serbaguna Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku, Ambon. Tema pelatihan berangkat dari pergumulan Lembaga Pelayanan Kristen (LPK) partisipan JKLPK melihat kebijakan negara di isu lingkungan yang belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat.



Misalnya, kebijakan terkait industri ekstraktif dan perkebunan skala besar. Perusahaan tambang masih menjadi andalan negara untuk mengeruk pendapatan, begitu juga dengan industri sawit. Di sisi lain, dampak dari kehadiran tambang dan sawit terasa nyata di beberapa daerah. Perusahaan tambang dan industri sawit membutuhkan lahan luas. Akibatnya, konversi lahan pertanian/persawahan seringkali tidak terhindarkan yang berdampak pada hilangnya sumber penghidupan masyarakat dan petani kecil. Selain itu, industri sawit dan tambang tidak ramah udara karena melepas karbon dalam jumlah besar.


Contoh kebijakan lain adalah Food Estate. Dalam rangka menjaga ketahanan pangan, pemerintah membuat program Food Estate, yaitu pembukaan lahan skala besar untuk komoditi pangan yang diintegrasikan dengan perkebunan dan peternakan. Food Estate berlokasi di beberapa daerah, seperti Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, dan Papua. Kebijakan ini kurang tepat. Jika pemerintah bersungguh-sungguh dalam ketahanan pangan, seharusnya yang diperkuat adalah tanaman lokal petani, mulai dari hulu (akses lahan, bibit, pupuk) hingga hilir (akses tata niaga).


Melihat masalah ini, adalah sangat penting bagi partisipan JKLPK meningkatkan kapasitasnya untuk mempertahankan hak hidup di tengah berbagai kebijakan-nasional dan daerah-yang tidak memihak kepada mereka. Kapasitas tersebut adalah mampu mengidentifikasi dan menganalisis kebijakan lokal serta memahami dan mampu melakukan teknik dan metode advokasi.


Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 27 sampai 29 September 2022 dengan fasilitator Dian Yanuar dan Syiqil Arofat dari Sayogyo Institute, Bogor. Selain dari Region Maluku, peserta undangan berasal dari Region Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi dan Kalimantan Barat. Pelatihan diawali dengan ibadah pembukaan oleh Pdt Herce Atihuta dari Sinode GPM dengan renungan firman dari kitab Yeremia 29: 7.

24 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page